Materi ISBD

AL ARIEF CORPORATION

Ilmu Sosial dan Budaya Dasar

Materi UAS


Dosen
Drs Sudarman Msi







MANUSIA DAN PERADABAN
Pengertian
Para ahli sering terjadi perbedaan pendapat antara istilah Kebudayaan dengan Peradaban, sering dicampuradukkan pengertian kedua istilah itu, bahkan kadang-kadang bertentangan.
Bierens De Hann
Peradaban: adalah seluruh kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan teknik. Jadi peradaban adalah bidang kehidupan untuk kegunaan yang praktis, sedangkan Kebudayaan: adalah sesuatu yang berasal dari hasrat dan gairah yang lebih dan murni yang berada di atas tujuan yang praktis hubungan kemasyarakatan.
Oswald Spengl
Kebudayaan: adalah wujud dari seluruh kehidupan adat, industrial filsafat dan sebagainya, sedangkan
Peradaban: adalah kebudayaan yang sudah tidak tumbuh lagi atau sudah mati.
Prof.Dr. Koentjaraningrat
Peradaban: digunakan menyebutkan bagian-bagian atau unsur-unsur kebudayaan yang halus dan indah dan maju. Misalnya perkembangan kesenian, IPTEK, kepandaian manusia dan sebagainya, dimana tiap bangsa di dunia memiliki karakter kebudayaan yang khas maka tak heran bila sebuah Negara hanya unggul IPTEK-nya saja atau keseniannya saja dan lain sebagainya.
Konsep peradaban tidak lain adalah perkembangan kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu yang tercermin dalam tingkat Intelektual, keindahan, teknologi, spiritual, yang terlihat pada masyarakatnya.
Dengan demikian, peradaban adalah merupakan tahapan tertentu dari kebudayaan masyarakat tertentu pula, yang telah mencapai kemajuan tertentu yang dicirikan oleh tingkat ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang telah maju
Hakikat Hidup Manusia
Manusia dalam kehidupannya mempunyai tiga fungsi, sebagai Makhluk Tuhan, individu dan sosial-budaya. Yang saling berkaitan, dimana kepada Tuhan memiliki kewajiban untuk mengabdi pada Tuhan, sebagai individu harus memenuhi segala kebutuhan pribadinya, dan sebagai makhluk sosial-budaya harus hidup berdampingan dengan orang lain dalam kehidupan yang selaras dan saling membantu.
Kebudayaan itu dapat diterima dengan tiga bentuk:
Melalui pengalaman hidup saat menghadapi lingkungan.
Melalui pengalaman hidup sebagai makhluk social
Melalui komunikasi simbolik (benda, tubuh, gerak tubuh)
Peradaban dan Perubahan Sosial
1. Pengertian dan Cakupan Perubahan sosial
Perubahan sosial merupakan gejala yang melekat di setiap masyarakat. Perubahan-perubahan yang terjadi di dalam masyarakat akan menimbulkan ketidaksesuaian antara unsur-unsur sosial yang ada di dalam masyarakat, sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang tidak sesuai fungsinya bagi masyarakat yang bersangkutan yang mengakibatkan terjadinya perubahan-perubahan yang menyesuaikan kehidupan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Jadi perubahan sosial terjadi dalam masyarakat atau dalam hubungan interaksi, yang meliputi berbagai aspek kehidupan, sebagai akibat adanya dinamika anggota masyarakat, dan yang telah didukung oleh sebagian besar anggota masyarakat, merupakan tuntutan kehidupan dalam mencari kestabilannya.
Ditinjau dari tuntutan stabilitas kehidupan perubahan sosial yang dialami masyarakat adalah hal yang wajar.
Wilbert Moore
Memandang Perubahan sosial sebagai perubahan struktur sosial, pola perilaku dan interaksi sosial, berbeda dengan perubahan Kebudayaan. Perubahan Kebudayaan mengarah pada perubahan unsur-unsur kebudayaan yang ada. Contoh perubahan sosial: perubahan peranan seorang istri dalam keluarga modren.
Contoh perubahan kebudayaan: adanya penemuan baru seperti radio, televisi, komputer yang dapat memengaruhi lembaga-lembaga sosial.

Selo Sumardjan
Perubahan sosial : adalah perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan didalam suatu masyarakat yang memengaruhi sistem sosial, termasuk didalamnya nilai-nilai, sikap-sikap, dan perilaku diantara kelompok dalam masyarakat. Menurutnya antara perubahan sosial dan perubahan kebudayaan memiliki satu aspek yang sama yaitu bersangkut paut dengan suatu penerimaan cara-cara baru atau suatu perbaikan cara masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya. Makanya perubahan sosial tidak dapat dilepaskan dari perubahan kebudayaan. Hal ini disebabkan kebudayaan merupakan hasil dari adanya masyarakat.
Perubahan yang terjadi dalam masyarakat dapat dianalisis dari berbagai segi:
Kearah mana perubahan dalam masyarakat bergerak
Bagaimana bentuk dari perubahan-perubahan sosial dan kebudayaan yang terjadi dalam masyarakat.

Teori dan Bentuk Perubahan Sosial
a. Teori Sebab Akibat
Ada beberapa faktor untuk menerangkan sebab akibat perubahan sosial yang terjadi, pendekatan tersebut:
1. Analisis Dialektis => menelaah perubahan sosial dengan menelaah syarat-syarat dan keadaan yang mengakibatkan terjadinya perubahan dalam suatu system masyarakat. Perubahan yang terjadi pada suatu bagian system masyarakat dan membawa pula perubahan pada bagian yang lain, yang sering menimbulkan akibat-akibat yang tidak diharapkan sebelumnya akhirnya sampai membawa konflik dan konflik ini dapat mendorong terjadinya perubahan sosial lebih lanjut, meluas dan mendalam inilah disebut oleh Hegel Marx sebagai dialektika artinya thesis antisynthesis.
2. Teori Tunggal Mengenai Perubahan Sosial
Teori ini menerangkan sebab-akibat perubahan sosial, atau pola
kebudayaan dengan menunjukkan kepada satu faktor penyebab.
b. Teori Proses atau Arah Perubahan Sosial
Teori mengenai arah perubahan sosial mempunyai kecenderungan bersifat kumulatif atau evolusioner, karena asumsinya sejarah manusia ditandai dengan adanya gejala pertumbuhan
1. Teori Evolusi Unilinier (garis lurus tunggal)
Teori berpendapat bahwa manusia dan masyarakat mengalami perkembangan sesuai dengan tahapan tertentu, dari bentuk sederhana kemudian yang kompleks sampai pada tahap yang sempurna. Pelopor teori ini August Comte dan Herbert Spencer.
2. Teori Multi Linier
Teori ini menggambarkan suatu metodologi didasarkan pada pada suatu asumsi yang menyatakan bahwa perubahan sosial atau kebudayaan didapatkan gejala keteraturan yang nyata dan signifikan. Teori ini tidak mengenal hukum atau skema apriori, tetapi teori ini lebih memperhatikan tradisi dalam kebudayaan dan dari berbagai daerah menyeluruh meliputi bagian-bagian tertentu.
Teori-teori Mengenai Pembangunan Keterbelakangan
dan Ketergantungan
1. Teori Dependensi (Ketergantungan)
Teori yang menyatakan bahwa gejala-gejala sosial yang dapat diamati sehari-hari pasti mempunyai penyebab tertentu. Teori ini menjadi titik tolak penyesuaian ekonomi terbelakang pada sistem dunia.
Menurut Moore Teori Perubahan Sosial:
Evolusi Rektilinier yang sangat sederhana
Evolusi melalui tahap-tahap
Evolusi bercabang yang terjadi dengan tahap kelajuan yang tidak serasi
Evolusi bercabang yang mewujudkan perubahan
Evolusi menurut siklus-siklus tertentu dengan kemunduran jangka pendek
Siklus-siklus yang tidak mempunyai kecendrungan
Pertemuan logistik yang digambarkan oleh populasi
Pertumbuhan logistik terbalik yang tergambar dan angka motivasi
Pertumbuhan eksponarisial yang tergambar memulai tanda-tanda
Primitivisme
Sedangkan Perubahan Sosial menurut Prof. Dr. Soerjono Soekanto:
Perubahan yang terjadi secara lambat dan secara cepat
Secara lambat => Evolusi => tanpa rencana
Secara cepat => Revolusi => Rencana & tanpa rencana
Perubahan yang pengaruh kecil dan besar
Pengaruh kecil => Perubahan pada unsur struktur sosial yang tidak bisa mempengaruhi langsung masyarakat
Pengaruh besar => Proses industrialisasi pada masyarakat agraris
3. Perubahan dikehendaki dan tidak diinginkan
Dikehendaki => Seseorang mendapat kepercayaan sebagai pemimpin
Tidak diinginkan => perubahan yang tidak dikehendaki oleh masyarakat dan berlangsung diluar pengawasan masyarakat
4. Penyebab Perubahan Adanya interkorelasi dan interaksi sosial masyarakat mendorong perkembangan berpikir dan reaksi emosional para anggotanya, yang mendorong masyarakat membuat perubahan. Perkembangan kualitas dan kuantitas anggota masyarakat mendorong perubahan sosial.
Prof. Dr. Soerjono Soekanto: Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan sosial dalam masyarakat:
Faktor Intern:
Bertambah dan berkurangnya penduduk
Adanya pemuan-pemuan baru yang meliputi berbagai proses:
Discovery => temuan unsur budaya baru
Invention => pengembangan dari discovery
Inovasi => proses pembaharuan
Konflik dalam masyarakat antar individu, antar kelompok dsb.
d. Pemberontakan dalam tubuh masyarakat Proklamasi RI tanggal 17-8-1945 terhadap struktur pemerintahan dari kolonial ke nasional
Faktor Ekstern
Faktor alam disekitar masyarakat yang berubah
Pengaruh kebudayaan lain dengan adanya kontak antara dua masyarakat yang mempunyai budaya berbeda
5. Keseimbangan
Keseimbangan atau keharmonisan dibutuhkan dalam masyarakat, agar supaya segenap lembaga sosial berfungsi dan saling menunjang.
6. Modernisasi
Konsep Modernisasi
Modernisasi di mulai di Italia pada abad ke 15 dan tersebar ke sebagian besar ke dunia Barat dalam lima abad berikutnya. Dan kini gejala modernisasi telah menjalar pengaruhnya keseluruh dunia. Proses modernisasi pertama kali terlihat di inggris pada abat ke 18 dengan mengubah cara produksi tradisional ke modern.
Moderniasi merupakan suatu proses transformasi yang mengubah:
Dibidang ekonomi => tumbuhnya kawasan industri yang besar, produksi dan sarana dibuat secara massal
Dibidang politik => dikatakan bahwa ekonomi yang modern memerlukan ada masyarakat nasional dengan integrasi yang baik.
Pendapat para ahli tentang konsep modernisasi:
Cyril Edwin Black:
Modernisasi : Rangkaian perubahan cara hidup manusia yang kompleks dan saling berhubungan, merupakan harapan bagi kesejahteraan manusia.
Koentjaraningrat:
Modernisasi : Merupakan usaha penyesuaian hidup dengan konstelasi dunia sekarang. Moderniasi yang telah dilandasi oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak hanya bersifat fisik material saja, melainkan lebih jauh dari itu yaitu dilandasi oleh sikap mental yang mendalam. (mentalnya maju, berpikir rasional, berjiwa wiraswasta, berorientasi ke masa depan)
Schorri:
Modernisasi : adalah proses penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi ke dalam semua segi kehidupan manusia dengan tingkat yang berbeda-beda, tetapi mempunyai tujuan utama untuk mencari taraf hidup yang lebih baik.
Smith:
Modernisasi : Proses yang dilandasi dengan seperangkat rencana dan kebijaksanaan yang disadari untuk mengubah masyarakat kearah kehidupan yang lebih maju dalam derajat kehormatan tertentu.
Syarat-syarat Modernisasi
a. Cara berpikir ilmiah yang institutionalized
b. Sistem administrasi negara yang baik
c. Sistem pengumpulan data yang baik dan teratur yang terpusat pada suatu lembaga tertentu
d. Penciptaan iklim yang baik dan teratur dari masyarakat
e. Tingkat organisasi yang tinggi disiplinnya
f. Sentraliasi wewenang dalam pelaksanaanya.
Ciri-ciri Modernisasi
a. Kebutuhan materi dan ajang persaingan kebutuhan manusia
b. Kemajuan teknologi dan industrilasasi,individualisasi,sekularisasi, diferensiasi dan akulturasi
c. Banyak memberikan kemudahan bagi manusia
d. Hampir semua keinginan manusia terpenuhi
e. Melahirkan teori baru
f. Menuju prinsip-prinsip ekonomi dan orientasi kebendaan yang berlebihan
Peradaban Indonesia di tengah Modernisasi dan Glabalisasi
Arus Modernisasi dan globalisasi adalah sesuatu yang pasti terjadi dan sulit untuk dikendalikan, terutama karena begitu cepatnya informasi yang masuk keseluruhan belahan dunia, hal ini membawa pengaruh bagi seluruh dunia termasuk Indonesia. Oleh karena itu Indonesia menghadapi kewajiabn ganda : satu sisi melestarikan warisan budaya bangsa dan sisi lain membangun kebudayaan nasional yang modern.
MANUSIA, NILAI, MORAL dan HUKUM
A. Hakikat Nilai Moral Dalam Kehidupan
Manusia
1. Nilai dan Moral Sebagai Materi Pendidikan
 Seperti yang sudah diketahui Filsafat adalah cara manusia mencari hakikat sesuatu. Mencari hakikat nilai maka disebut dengan Filsafat Nilai (Aksiologi).
 Filsafat Nilai memiliki dua kajian utama yaitu tentang Estetika dan Etika. Estetika berhubungan dengan Keindahan dan Etika berhubungan dengan kajian baik buruk dan benar salah.
Ketika persoalan Estetika dan Etika diperluas yang menyentuh hal-hal yang berhubungan dengan eksistensi manusia, apakah jasmani rohaninya, fisik dan mentalnya, pikiran dan perasaannya, seolah-olah nilai berhubungan dengan pribadi manusia semata.
Apabila nilai sudah masuk pada kawasan pribadi, muncul persoalan apakah pihaklain/orang lain dapat mencampuri urusan pribadi orang tersebut? Contoh: Saya menyukai sebuah lukisan, karena saya menganggap lukisan itu indah, apakah orang lain berhak menyangkal keindahan lukisan tersebut serta melarang saya menyukainya Karena dia memiliki sudut pandang dan rasa yang berlainan?
Persoalan Nilai ini akan lebih rumit pada saat menyentuh masalah selera.
Mungkin dalam kawasan Etika lebih mudah mencari standar ukurannya, karena banyak standar nilai etis yang disepakati secara universal seperti; keadilan, kejujuran, keikhlasan dsb. Tetapi masuk pada kawasan estetika “mungkin” setiap orang mempunyai selera yang berbeda, baik maslah warna, bentuk maupun gayanya. Oleh karena itu adagium Latin muncul “degustibus non disputandum” atau selera tidak dapat diperdebatkan, tetapi meskipun demikian ada alat ukur yang sama pada manusia yaitu akal dan pikiran untuk mempertimbangkannya, dia tahu apa yang dipilih, mengapa harus memilih dan tahu risiko akibat pilihannya.
Begitu kompleksnya persoalan aksiologi (nilai), maka kita memfokuskan hanya pada kawasan etika.
K. Bertens
Filsofof Belanda ini menyebutkan ada tiga jenis makna Etika:
Pertama: Etika bisa dipakai dalam arti nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah-lakunya.
Kedua: Etika berarti juga kumpulan asas atau nilai moral, yang dimaksud disini adalah kode etik
Ketiga: Etika mempunyai arti ilmu tentang yang baik dan yang buruk, disini berarti filsafat moral
Dalam bidang pendididkan, ketiga pengertian di atas menjadi materi bahasannya, oleh karena itu kajian etika bukan hanya nilai moral individu saja tetapi juga membahas kode etik yang menjadi patokan individu dalam kehidupan sosialnya, demikian juga untuk mempertimbangkan dan mengembangkan keyakinan diri dan aturan masyarakatnya dibutuhkan pemahaman dan perenungan yang mendalam tentang mana yang sejatinya dikatakan “baik”, mana yang dikatakan benar-benar disebut “buruk” inilah yang disebut kawasan filsafat moral.
Orientasi terhadap persoalan diatas dalam dunia pendidikan akan melibatkan problematika metodologis.
2. Nilai Moral Pandangan Obyektif dan Subyektif.
Nilai erat hubungannya dengan manusia baik bidang etika yang mengatur kehidupan manusia dalam kehidupan sehari-hari maupun bidang estetika yang berhubungan dengan persoalan keindahan, bahkan nilai masuk ketika manusia memahami agama dan keyakinan beragama. Oleh karena itu nilai berhubungan dengan sikap seseorang sebagai warga masyarakat, warga suatu bangsa, sebagai pemeluk suatu agama dan sebagai warga dunia.
Pandangan Obyektif
Pandangan obyektif ini memandang nilai itu ada meskipun tanpa ada yang menilainya. Nilai itu telah ada sebelum adanya manusia sebagai penilai. Baik dan buruk, benar dan salah bukan hadir karena hasil persepsi dan penafsiran manusia, tetapi ada sebagai sesuatu yang ada dan menuntun manusia dalam kehidupannya, jadi nilai itu tidak tergantung pada subyek penilai melainkan obyeklah sebagai penyangga perlu hadir dan menampakkan nilai tersebut. Persoalannya bukan bagaimana seseorang harus menemukan nilai yang telah ada tersebut tetapi lebih kepada bagaimana menerima dan mengaplikasikan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Pandangan Subyektif
Pandangan subyektif ini mengartikan nilai sangat tergantung pada subyek yang menilainya, jadi nilai memang tidak akan ada dan tidak akan hadir tanpa hadirnya penilai. Oleh karena itu nilai melekat melekat dengan subyek penilai. Nilai dalam pengertian ini bukan diluar si penilai tetapi inheren dengan subyak yang menilai. Nilai dalam obyek bukan penting atau tidak tidak penting pada obyek sejatinya, melainkan tergantung si penilai memberikan persepsi terhadap obyek tersebut.
Jadi lukisan itu indah (sebagai contoh) bukan karena lukisannya memang indah, tetapi karena si penilai menyukai dan memandang indah lukisan tersebut.
Apakah nilai itu obyektif atau subyektif ? hal ini bisa ditelusuri dengan dua pertanyaan mendasar: Apakah nilai menarik perhatian subyek atau subyek memberikan nilai pada suatu obyek ? atau dengan tegasnya pertanyaan:
a. Apakah kecenderungan, selera, kehendak akan menentukan nilai suatu obyek?
b. Apakah suatu obyek tadi diperhatikan, diinginkan karena memang memilki nilai?
Persoalan obyektif dan subyetif nilai ini akan sangat erat kaitannya dalam pendidikan tatkala dihubungkan dengan isi nilai apa yang harus diajarkan. Apakah ada nilai-nilai obyektif yang harus diajarkan pada individu; Suka tidak suka individu harus menerimanya karena itulah nilai yang diturunkan dari dunia transedental (dalam bahasa agama diwahyukan) sebagai ide yang mutlak, atau apakah nilai itu harus dicari dari suatu proses karena sebenarnya individu sendiri sebagai makhluk yang bernilai, dan yang paling penting bagaimana individu tersebut menyadari dengan dengan jelas nilai dirinya.
3. Nilai di Antara Kualitas Primer dan Sekunder.
Setiap benda, zat dan apa saja yang ada di alam semesta ini, termasuk manusia memiliki kualitas. Kualitas adalah sebuah sifat, kualitas menentukan tinggi rendahnya derajat sesuatu, kualitas pun menentukan berharga tidaknya suatu obyek. Kualitas melekat dan hadir serta terlihat karena adanya obyek yang ditempati sifat atau kualitas tersebut, kualitas memang ada, tapi adanya membutuhkan penopang yaitu obyek yang ditempati kualitas. Kualitas tidak akan tampak tanpa hadirnya suatu obyek, namun meski tanpa hadirnya obyek diyakini bahwa kualitas itu ada.
Kualitas Primer
Kualitas Primer yaitu kualitas dasar yang tanpa itu obyek tidak dapat menjadi ada. Seperti batu mempunyai berat dan panjang sebelum dijadikan patung oleh seorang pemahat. Jadi Kualitas Primer ini merupakan bagian dari eksistensi obyek.
Kualitas Sekunder
Kualitas Sekunder yaitu kualitas yang dapat ditangkap oleh pancaindra seperti warna, rasa, bau dsb. Kualitas ini terpengaruh oleh tingkat subyektivitas. Kualitas Sekunder pun merupakan bagian dari eksistensi atau realitas obyek.
4. Metode Menemukan dan Hierarki Nilai dalam Pendidikan.
Nilai berhubungan erat dengan kegiatan manusia menilai. Menilai berarti menimbang, yaitu kegiatan manusia menghubungkan sesuatu dengan sesuatu yang lain, yang selanjutnya diambil suatu keputusan. Keputusan nilai dapat menyatakan berguna atau tidak berguna, benar atau tidak benar, baik atau buruk, manusiawi atau tidak manusiawi, religis atau tidak religis. Oleh karena itu nilai itu memiliki polaritas dan hierarki yaitu:
a.Nilai menampilkan diri dalam aspek positif dan aspek negatif yang sesuai (polaritas)seperti baik dan buruk, keindahan dan kejelekan
b.Nilai tersususn secara hierarkis, yaitu hierarki urutan pentingnya.
Mac Scheller
Menyebutkan hierarki nilai tersebut terdiri dari:
a. Nilai kenikmatan, yaitu nilai yang mengenakkan dan tidak mengenakka, yang berkaitan dengan indra manusia yang menyebabkan manusia senang atau menderita
b. Nilai kehidupan, yaitu nilai yang penting bagi kehidupan.
c. Nilai kejiwaan, yaitu nilai yang tidak tergantung pada keadaan jasmani maupun lingkungan.
d. Nilai kerokhani, yaitu moralitas nilai dari yang suci dan tidak suci.
Notonagoro
Membagi hierarki nilai pada:
a. Nilai material, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur jasmani manusia.
b. Nilai vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan aktivitas.
c. Nilai kerokhanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rokhani manusia.
d. Nilai kebenaran, yang bersumber pada akal (rasio, budi, cipta) manusia.
e. Nilai keindahan, yang bersumber pada unsur perasaan (estetis, rasa) manusia.
f. Nilai kebaikan, yang bersumber pada unsur kehendak (karsa) manusia.
g. Nilai religius, yang merupakan nilai kerokhanian yang tertinggi dan mutlak yang bersumber kepada kepercayaan atau keyakinan manusia.
5. Makna Nilai bagi Manusia
Para ahli yang mempunyai sudut pandang yang berbeda tentang nilai akan menghasilkan kesimpulan yang berbeda pula, oleh karena itulah pendifinisian nilai sangat bervariasi, namun ada yang dapat disimpulkan, bahwa nilai itu penting bagi manusia, apakah nilai itu dipandang dapat mendorong manusia karena dianggap berada dalam diri manusia atau nilai itu menarik manusia karena ada diluar manusia, yang terdapat pada obyek, sehingga nilai lebih dipandang sebagai kegiatan menilai.
Maka ISBD tidak mempersoalkan dari mana nilai tersebut, tetapi lebih memperhatikan pentingnya nilai itu bagi manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai itu harus jelas, harus semakin diyakini oleh individu dan harus diaplikasikan dalam perbuatan.
Setiap individu harus memahami nilai dan kebernilaian dirinya, sehingga dia akan menempatkan dirinya secara bijak dalam pergaulan hidup serta akan mengakui dan bijak terhadap nilai dan kebernilaian orang lain dalam pergaulan bermasyarakat.
B. Problematika Pembinaan Nilai Moral
Pada kehidupan bermasyarakat perlu ditanamkan nilai-nilai moral agar supaya kehidupan bermasyarakat berjalan dengan harmonis, baik dalam keluarga, lingkungan masyarakat, bernegara dan warga dunia.
1. Pengaruh Kehidupan Keluarga dalam Pembinaan Nilai Moral.
Kehidupan modern sebagai dampak kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menghasilkan berbagai perubahan, pilihan dan kesempatan, tetapi mengandung berbagai risiko akibat kompleksitas kehidupan yang ditimbulkannya. Munculnya “nilai- nilai modern” yang tidak jelas dan membingungkan anak (individu).
Keluarga sebagai bagian dari masyarakat, terpengaruh oleh tuntutan kemajuan yang terjadi, namun masih banyak orang yang meyakini bahwa nilai moral itu hidup dan dibangun dalam lingkungan keluarga.
Intensitas hubungan anak dengan orang tua merupakan penularan nilai-nilai moral yang pertama pada si anak. Persoalan merosotnya intensitas interaksi dalam keluarga, serta terputusnya komunikasi yang harmonis antara orang tua dan anak, mengakibatkan merosotnya fungsi keluarga dalam pembinaan nilai moral anak. Keluarga bisa jadi tidak lagi menjadi tempat untuk memperjelas nilai yang harus dipegang, bahkan sebaliknya menambah kebingungan nilai bagi anak. Dalam posisi inilah peran institusi pendidikan perlu memfasilitasi peserta didik untuk melakukan klarifikasi nilai.
2.Pengaruh Teman Sebaya Terhadap Pembinaan Nilai Moral
Sebagai Makhluk Sosial anak mempunyai teman di luar rumah dan paling dekat yaitu teman sebaya. Teman sebaya akan menambah pembendaharaan informasi sianak yang tidak didapat oleh anak di rumah, informasi akan mempengaruhi kepercayaan sianak. Kumpulan kepercayaan akan membentuk sikap yang dapat mendorong untuk memilih atau menolak sesuatu.
Pertemanan ini akan berdampak positif atau negatif terhadap sianak, karena teman sebaya biasanya lebih terbuka dan intensitas bergaulannya relatif sering, baik disekolah/dikampus maupun dalam lingkungan masyarakat.
3. Pengaruh Figur Otoritas Terhadap Perkembangan Nilai Moral Individu.
Dengan adanya pengaruh lingkungan terhadap nilai-nilai moral individu, maka peran figur tokoh idola dari seorang individu akan mempengaruhi nilai-nilai moral individu tersebut.
Anak keluar dari rumah menemukan lingkungan baru yang mempunyai nilai-nilai dalam lingkungan tersebut. Apabila anak disekolah/dikampus maka figur guru/dosen akan membentuk nilai-nilai moral individu disekolah/dikampus tersebut. Karena Figur itu sebagai otoritas pengembang nilai pada lingkungan tersebut.
4.Pengaruh Media Komunikasi terhadap Perkembangan Nilai Moral
Perkembangan alat komunikasi akan mempengaruhi nilai-nilai moral yang ada pada suatu masyarakat.
Pada akhir abad ke 20 dari perkembangan alat komunikasi dari adanya telpon, radio, telivisi sampai perkembangan dunia maya (internet) membuat tidak ada lagi batas suatu area antar wilayah memngakibatkan akan mempengaruhi sudut pandang seseorang terhadap nilai-nilai moral dari informasi yang selalu diterima dari media massa.
5.Pengaruh Otak atau Berpikir Terhadap Perkembangan Nilai Moral
Otak atau Berpikir merupakan penggerak sesorang dalam bertindak / berperilaku / membuat keputusan.
Maka perkembangan nilai-nilai moral individu/masyarakat dipengaruhi oleh tingkat kematangan berpikir individu/masyarakat dalam membuat kesimpulan dari suatu nilai-nilai moral yang dihadapi. Maka mahasiswa diberi kesempatan untuk berpikir memilih responnya sendiri setiap hari, tanpa disadari akan terjadi pertumbuhan atau kematangan, meskipun mereka tidak mengkritisi hal yang sama, namun mereka sama-sama sedang tumbuh dan berubah.
Maka guru/dosen/pendidik dapat dan harus membimbing pelajar/ mahasiswa/ anak melalui proses yang kontinyu melalui pengembangan situasi bermasalah yang memperkaya kesempatan berpikir dan memilih. Melalui lingkungan seperti ini membuat pelajar/mahasiswa/anak akan berpikir, lebih menyadari alternatif dan menyadari konsekuensinya.
Dalam konteks pendidikan, berpikir dimaknai sebagai proses yang berhubungan dengan penyelidikan dan pembuatan keputusan.
Berpikir adalah hasil kerja otak, namun otak tidak bekerja secara sederhana dalam pengertian Stimulus – Respon dan juga tidak menyimpan “fakta” secara sederhana sebagai referensi masa depan.
C. Manusia dan Hukum
Manusia sebagai makhluk sosial selalu berinteraksi dan membutuhkan bantuan sesamanya.
Dalam konteks hubungan sesama itulah perlu adanya keteraturan sehingga setiap individu dapat berhubungan secara harmonis
Agar supaya keteraturan itu tercipta di dalam masyarakat diperlukakan aturan maka aturan itu disebut Hukum.
Maka manusia – masyarakat – hukum merupakan pengertian yang tidak dapat dipisahkan. Dengan semboyan “UBI SOCIETAS IBI IUS”
D. Hubungan Hukum dan Moral
Antara hukum dan moral terdapat hubungan yang erat sekali, dengan pepatah Roma; “QUID LEGES SINE MORIBUS”
artinya undang-undang kalau tidak disertai moralitas tidak ada artinya. Oleh karena itu kualitas hukum harus selalu diukur dengan norma moral, disisi lain moral juga membutuhkan hukum, sebab moral tanpa hukum hanya angan-angan saja, kalau tidak di undang-undangkan atau dilembagakan dalam masyarakat. Begitu juga hukum tanpa moralitas, hukum tampak kosong.
Dengan demikian hukum bisa meningkatkan dampak sosial dari moralitas, meskipun tidak semua harus diwujudkan dalam bentuk hukum. Hukum hanya membatasi diri dengan mengatur hubungan antar-manusia yang relevan.
K. Bertens
Walaupun antara hukum dan moral erat sekali hubungannya, tetapi tetap ada perbedaan, K. Bertens menyatakan perbedaan hukum dan moral ada empat:
Pertama: Hukum lebih dikodifikasikan daripada moralitas, artinya hukum dibukukan secara sistematis dalam kitab perundang-undangan, karena itu norma hukum lebih memiliki kepastian dan obyektif dibandingkan dengan norma moral, sedangkan norma moral lebih bersifat subyektif dan akibatnya banyak diganggu oleh diskusi-diskusi yang mencari kejelasan tentang tentang yang harus dianggap etis dan tidak etis.
Kedua: Meski hukum dan moral mengatur tingkah laku manusia, namun norma hukum membatasi diri pada tingkah laku lahiriah saja, sedangkan norma moral menyangkut juga sikap batin manusia.
Ketiga: Saksi yang berkaitan dengan norma hukum berbeda dengan sanksi norma moral. Hukum untuk sebagian besar dapat dipaksakan, pelanggar akan terkena hukumannya, tapi norma moral tidak bisa dipaksakan, sebab paksaan hanya menyentuh bagian luar, sedangkan perbuatan norma moral justru berasal dari dalam.
Keempat: Hukum didasarkan atas kehendak masyarakat dan akhirnya atas kehendak negara. Meskipun hukum tidak langsung dari negara seperti hukum adat, namun hukum itu harus diakui oleh negara supaya berlaku sebagai hukum. Moralitas berasal dari norma-norma moral yang melebihi para individu dan masyarakat.
Secara demokratis atau dengan cara lain masyarakat dapat merubah hukum, tapi tidak pernah masyarakat dapat mengubah atau membatalkan suatu norma moral.
Moral menilai hukum dan tidak sebaliknya.
Gunawan Setiardja
Membedakan antara hukum dan moral:
pertama: Dilihat dari dasarnya, hukum memiliki dasar yuridis, konsensus, dan hukum alam, sedangkan moral berdasarkan hukum alam.
Kedua: Dilihat dari otonominya, hukum bersifat heterenom yaitu datang dari luar diri manusia, sedangkan moral bersifat otonom, datang dari diri sendiri.
Ketiga: Dilihat dari pelaksanaannya, hukum secara lahiriah dapat dipaksakan, sedangkan moral secara lahiriah dan terutama secara bathiniah tidak dapat dipaksakan.
Keempat: Dilihat dari sanksinya, saksi hukum bersifat yuridis sanksi lahiriah, sedangkan sanksi moral berbentuk sanksi kodrati, bathiniah, menyesal, malu terhadap diri sendiri.
Kelima: Dilihat dari tujuannya, hukum mengatur kehidupan manusia dalam kehidupan bernegara, sedangkan moral mengatur kehidupan manusia sebagai manusia.
Keenam: Dilihat dari waktu dan tempat, hukum tergantung pada waktu dan tempat, sedangkan moral secara obyektif tidak tergantung pada tempat dan waktu.
MANUSIA, KERAGAMAN, dan KESEDERAJATAN
A. Makna Keragaman dan Kesederajatan
1. Makna Keragaman
Keragaman => Ragam, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berarti (1) tingkah laku, (2) macam, jenis, (3) lagu: musik, langgam (4) warna, corak, ragi (5) ling, laras (tata bahasa).
Sehingga keragaman berarti perihal beragam-agam; berjenis-jenis;perihal ragam; hal jenis.
Keragaman yang dimaksud dalam kuliah ini adalah suatu kondisi dalam masyarakat terdapat perbedaan-perbedaan dalam berbagai bidang, termasuk suku bangsa dan ras, agama dan keyakinan, ideologi, adat kesopanan, serta situasi ekonomi.
2. Makna Kesederajatan
Kesederajatan => Sederajat, yang menurut KBBI berarti sama tingkatan (pangkat, kedudukan). Dengan demikian konteks kesederajatan di kuliah ini adalah suatu kondisi dimana dalam perbedaan dan keragaman yang ada manusia tetap memiliki satu kedudukan yang sama dan satu tingkatan hierarki.
B. Unsur-unsur Keragaman Dalam Masyarakat
Indonesia
1. Suku Bangsa dan Ras
Suku bangsa yang menempati wilayah Indonesia dari sabang sampai Merauke sangat beragam. Sedangkan perbedaan Ras muncul karena adanya pengelompokan besar manusia yang memiliki ciri-ciri biologis lahiriah yang sama seperti rambut, warna kulit, ukuran tubuh, mata, ukuran kepala dan lain sebagainya.
Di Indonesia, terutama bagian barat mulai dari Sulawesi adalah termasuk ras Mongoloid Melayu Muda (Deutero Malayan Mongoloid), kecuali Batak, dan Toraja yang termasuk Mongoloid Melayu Tua (Proto Malayan Mongoloid).
Sebelah timur Indonesia termasuk ras Austroloid, termasuk bagian NTT. Sedangkan kelompok terbesar yang tidak termasuk kelompok pribumi adalah golongan Chia yang termasuk Astratic Mongoloid).
2. Agama dan Keyakinan
Agama mengandung arti ikatan yang harus dipegang dan dipatuhi manusia.
Ikatan yang dimaksud berasal dari suatu kekuatan yang lebih tinggi dari manusia sebagai kekuatan gaib yang tak dapat ditangkap dengan panca-indra, namun mempunyai pengaruh yang besar terhadap kehidupan sehari-hari.
Agama sebagai bentuk keyakinan memang sulit diukur secara tepat dan rinci.
Menurut Robert H Thouless, fakta menunjukkan bahwa agama berpusat pada Tuhan atau dewa-dewa, sebagai ukuran yang menentukan yang tidak boleh diabaikan oleh manusia. Masalah agama tak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, maka agama berfungsi dalam masyarakat antara lain:

a. Berfungsi sebagai edukatif, secara yuridis berfungsi menyuruh dan melarang
b. Berfungsi penyelamat
c. Berfungsi sebagai perdamaian
d. Berfungsi sebagai sosial kontrol
e. Berfungsi sebagai pemupuk rasa solidaritas
f. Berfungsi transformatif
g. Berfungsi kreatif
h. Berfungsi sublimatif
pada dasarnya agama dan keyakinan merupakan unsur penting dalam keragaman bangsa Indonesia. Hal ini terlihat dari banyaknya agama yang diakui di Indonesia.
3. Ideologi dan Politik
Ideologi suatu istilah umum bagi sebuah gagasan yang berpengaruh kuat terhadap tingkah laku dalam situasi khusus, yang berkaitan dengan tindakan dan kepercayaan yang fundamental. Ideologi membantu untuk lebih memperkuat landasan moral bagi sebuah tindakan.
Politik yang berasal dari kata Yunani “Polis” berarti Negara. Jadi politik yang berhubungan dengan kebijaksanaan negara berarti berhubungan dengan kekuasaan.
4. Tata Krama
Tata krama yang dianggap dari bahasa Jawa, berarti “adat sopan santun, basa basi” yang pada dasarnya merupakan segala tindakan, perilaku, adat istiadat, tegur sapa, ucap dan cakap sesuai kaidah atau norma tertentu.
Yang berkembang dalam masyarakat sebagai aturan untuk menciptakan interaksi sosial yang tertib dan efektif dalam masyarakat. Indonesia yang mempunyai beragam suku bangsa yang memiliki adat istiadat tersendiri yang mempunyai nilai-nilai dan norma yang dipatuhi.
5. Kesenjangan Ekonomi
Karena negara Indonesia merupakan salah satu negara yang sedang berkembang, maka umumnya masyarakatnya berada pada gol.ekonomi menengah kebawah. Hal ini menjadi pemicu adanya kesenjangan yg tak dapat dihindari.

6. Kesenjangan Sosial
Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yg majemuk dengan berbagai macam tingkat, pangkat, starata sosial yg hirarkhis, jelas sekali dengan adanya kasta-kasta.
C. Pengaruh keragaman terhadap kehidupan beragama, bermasyarakat, bernegara dan kehidupan Global
latar belakang berdiri Indonesia adalah masyarakat majemuk.
Karena itu kita perlu memberi tempat utk berkembangnya kebudayaan suku bangsa dan kebudayaan beragama yg dianut oleh Warga Negara Indonesia.
Negara yg multi etnik memerlukan suatu kebudayaan nasional utk menginvestasikan peranan identitas nasional dan solidaritas nasional diantara warga negara. Jadi ditanamkan nilai-nilai kebersamaan.
Memperkecil pengaruh negatif keragaman yaitu:
a. Semangat Religius b. Semangat nasionalis c. Semangat Pluralisme
d. Semangat Humanisme.e. Dialog antar umat beragama f. Membangun pola komunikasi interaksi maupun konfigurasi hubungan antar umat agama, media masa dan harmonisasi dunia.
D. Problematika Diskriminasi
Diskriminasi adalah sikap tindakan yang melakukan pembedaan terhadap seseorang atau sekelompok orang berdasarkan Ras, Agama, Suku, Etnis, Kelompok golongan, Status sosial, Fisik, pandangan ideologi dan politik.
Tuntutan atas kesamaan hak bagi setiap manusia didasarkan pada prinsip-prinsip hak asasi manusia (HAM).
Sifat dari HAM adalah Universal dan tanpa pengecualiaan.
Pada dasarnya diskriminasi tidak terjadi begitu saja, akan tetapi karena adanya beberapa faktor:
1. Persaingan 2. tekanan dan intimidasi kel.dominan ke kel.lemah. 3. Ketidak berdayaan golongan miskin
Dan Paling krusial diwaspadai adanya diskriminasi ini adalah disintegrasi bangsa, dan penyebabnya :1. Kegagalan pemimpin 2. Krisis ekonomi yg akut berlangsung lama 3. Krisis politik 4. Krisis sosial 5. Demoralisasi tentara dan polisi6. Intervensi asing
Salah satu hal yg dapat dijadikan solusi adalah:
“Bhineka Tunggal Ika”
Merupakan ungkapan yg menggambar masyarakat Indonesia yang “majemuk” atau “heterogen”
Masyarakat Indonesia terwujud sebagai hasil interaksi sosial dari banyak suku bangsa dengan beraneka ragam latar belakang budaya, agama, sejarah dengan tujuan yg sama disebut Kebudayaan Nasional. dan pengukuhan :Tunggal Ika” yg dirumuskan “Wawasan Nusantara”
MANUSIA, SAIN, TEKNOLOGI dan SENI
1. Pengertian
Sains Sains berhubungan manusia mencari rahasia alam semesta secara sistematis.
Sains, tidak hanya kumpulan fakta, konsep, prinsip tetapi juga merupakan suatu proses penemuan sesuatu tentang alam.
Sains berasal dari kata “Scientia” yang berarti knowledge yang dapat diuji kebenarannya, dan dikembangkan secara sistematis .
Sains merupakan penemuan kebenaran melalui ilmu pengetahuan.dan sebagai landasan perkembangan teknologi
2. Konsep Teknologi
Teknologi => transformasi (perubahan bentuk) dari alam atau realitas yang diperoleh dari dunia ide.
Teknologi => keseluruhan peralatan dan prosedur yang disempurnakan, maka teknologi “segala hal, dan segala hal adalah teknologi”
Teknologi => kata “Techne” dan “Logia” yg berarti “Seni kerajinan”
Dari kata “techne” lahirlah perkataan “technikos” yg berarti seseorang yg memiliki keterampilan.
Keterampilan semakin terpola langkahnya dan metode pasti, maka keterampilan menjadi “teknik” dan akhirnya teknologi dianggap sebagai penerapan ilmu pengetahuan.
teknologi dapat dikategorikan:
a. teknologi modern, yg mempunyai ciri:
- Padat modal - Mekanis elektris - Menggunakan bahan impor - Berdasarkan penelitian mutakhir
b. teknologi Madya
ciri-ciri:
- Padat karya - Dapat dikerjakan oleh keterampilan setempat - Menggunakan alat setempat - Berdasarkan alat penelitian
c. tekonologi tradisional, ciri-ciri
- padat karya - Menggunakan keterampilan setempat - Menggunakan alat setempat - Menggunakan bahan setempat - Berdasarkan kebiasaan atau pengamatan
Kesimpulannya, teknologi merupakan suatu sistem penggunaan berbagai sarana yg tersedia utk mencapai tujuan praktis yg ditentukan.
3. Seni
Seni merupakan suatu produk sosial, merupakan keahlian membuat karya yg bermutu (dilihat dari segi kehalusan, keindahan, dsb) seperti tari, lukis, ukir dsb.
B. Makna Sains, Teknologi dan Seni bagi Mhs.
1. Perkembangan Teknologi
Perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi membuat manusia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya yg selalu berkembang dan menghasilkan kemakmuran.
Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga akan menimbulkan pencabangan ilmu pengetahuan baru sebagai pengembangan limu pengetahuan yang ada.
Cabang-cabang IPTEK dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia, contohnya:
- Penggunaan teknik nuklir : Zat-zat radio aktif => untuk maksud damai, bidang kesehatan (sinar rontgen), pertanian (memperbaiki bibit).
- Penggunaan teknologi hutan :
Pembuatan kertas, kayu lapis, penyimpanan cadangan air, obyek wisata dsb.
IPTEK dapat meningkatkan kecerdasan & keterampilan manusia karena memungkinkan: a. Tersedianya sarana, prasana kegiatan ilmiah b. Meningkatkan kemakmuran materi & kesehatan manusia.
2. IPTEK dan Nilai
Perkembangan IPTEK ditanggapi dan dipersiapkan dengan kebutuhan pembangunan bangsa dan masyarakat hrs mempunyai kemampuan untuk beradaptasi, maka perkembangan IPTEK mempunyai nilai positif terhadap nilai kehidupan dan bisa juga bernilai negatif.
teknologi mempunyai dua aspek:
a. Hardware aspect => berupa peralatan sebagai obyek fisik atau material.
b. Software aspect => meliputi sumber informasi yg memberi penjelasan peralatan fisik atau material tsb.
C. Manusia Sebagai Subyek dan Obyek IPTEK
- Manusia Sebagai Subyek => Manusia sebagai pengembang IPTEK menciptakan alat serta perlengkapan
- Manusia Sebagai Obyek => IPTEK yg dikembangkan oleh manusia utk memenuhi kebutuhan manusia dalam kehidupannya.
Perkembangan IPTEK dimanfaatkan untuk:
1. Bidang pertanian, peternakan dan perikanan
2. Bidang kedokteran dan kesehatan
3. Bidang telekomunikasi
4. Bidang pertahanan dan keamanan
D. Dampak Penyalahgunaan IPTEK
Dampak Positf => Semakin meningkat tingkat kesejahteraan manusia
Dampak Negatif => diantaranya:
1. Nuklir
2. Polusi
(Pencemaran air dan tanah Pencemaran udara Pencemaran suara
Pencemaran sosial dan budaya
3. Klonasi / Kloning
4. Efek rumah kaca
MANUSIA dan LINGKUNGAN
A. Pengertian Manusia dan Lingkungan
1. Pengertian Manusia
2. Manusia adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yg tunduk kepada aturan hukum alam, yaitu Lahir, tumbuh, berkembang dan mati.
3. Manusia dan Alam saling terkait dan berinteraksi dalam hubungan timbal balik, baik positif maupun negatif.
4. Pengertian Lingkungan
5. Lingkungan adalah suatu media dimana makhluk hidup tinggal, mencari penghidupan, terkait timbal balik dengan makhluk hidup yg menempatinya, terutama manusia.
B. Korelasi Antara Manusia dengan Lingkungan
1. Pengertian Ekologi
Ekologi dari kata “Oikos” dan “Logos”
Oikos => Rumah Tangga
Logos => Firman atau ilmu
Secara arafiah berarti Ilmu kerumahtanggan.
- ekologi merupakan cabang biologi yg mempelajari hubungan timbal balik manusia dengan lingkungannya.
- Ekologi, merupakan studi ilmiah tentang interaksi yg menentukan penyebaran dan kepadatan makhluk hidup.
- Ekologi, adalah biologi lingkungan
Maka Ekologi adalah ilmu yg mempelajari hubungan timbal balik antara manusia dgn lingkungannya, dalam kepentingan manusia. Yaitu dari manusia untuk manusia.
2. Lingkungan Hidup Manusia
Manusia hidup, tumbuh dan berkembang dalam lingkungan alam dan sosial budayanya.
Dalam lingkungan alam manusia hidup sebuah ekosistem, yaitu suatu unit atau satuan fungsional dari makhluk- makhluk hidup dengan lingkungannya, yg terdapat komponen (a) Biotik dan (b) Abiotik.
a. Komponen Biotik, merupakan faktor lingkungan yg mempengaruhi makhluk-makhluk hidup . Diantaranya:
- Tanah, tempat tumbuh bagi tumbuh-tumbuhan, memperoleh bahan makanan atau mineral utk memenuhi kebutuhan hidup, tempat tinggal manusia dan hewan.
- Udara atau gas, yg membentuk atmosfer, oksigennya diperlukan utk bernafas, karbon dioksidanya diperlukan tumbuh-tumbuhan utk proses fotosinesis, termasuk gas-gas yg kemudian larut dalam air yg diperlukan oleh makhluk makhluk hidup yg didalam air.
- Air, sebagai tempat tinggal makhluk hidup yg ada didalam air maupun air yg berbentuk sebagai uap yg menentukan kelembaban udara, yg besar pengaruhnya bagi banyak makhluk hidup yg hidup di darat.
- Cahaya, terutama cahaya matahari banyak mempengaruhi keadaan makhluk-makhluk hidup.
b. Komponen Abiotik, diantaranya:
- Produsen, kelompok yg merupakan makhluk hidup yg dapat menghasilkan makanan dari zat-zat anorganik, umumnya merupakan makhluk hidup yg dapat melakukan proses fotosintesis, termasuk tumbuh-tumbuhan yg memiliki klorofil.
- Konsumen, kelompok makhluk hidup yg menggunakan /makan zat-zak organik atau makanan yg dibuat oleh produsen , termasuk hewan-hewan dan manusia
- Pengurai, makhluk hidup atau organisme yg mengurai sisa-sisa atau makhluk hidup yg sdh mati, yg terurai kembali menjadi zat-zat anorganik. Dengan demikian zak-zak anorganik ini dapat digunakan kembali oleh produsen utk membentuk zat-zat organik atau makanan, misalnya kebanyakan bakteri dan jamur-jamur
Selain biotik dan abiotik dalam lingkungan terdapat faktor-faktor:
- Rantai makanan, yakni siklus makanan antara produsen, konsumen, dan pengurai baik di darat, laut maupun udara.
- Habitat, dimana setiap jenis makhluk hidup memiliki tempat hidup tertentu.
- Populasi, menurut ekologi populasi yaitu jumlah seluruh ndividu dari jenis spesies yg sama pada suatu tempat, daerah dan waktu tertentu. Besarnya populasi ditentukan oleh (a) kelahiran, (b) kematian dan (c) perpindahan keluar dan kedalam.
- Komunitas, yaitu semua populasi dari semua jenis makhluk hidup yg saling berinteraksi di suatu daerah.
- Biosfer, yaitu komunitas bersama-sama dgn faktor-faktor abiotik ditempatnya membentuk ekosistem.
C. Pengaruh Manusia pada Alam Lingkungan hidup.
Manusia selalu berusaha menyempurnakan dan meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Dari pengembaraan sampai ke menetap.
Dari menyesuaikan diri dengan alam sampai mengubah semua komunitas biologis ditempat manusia hidup.
Perubahan alam lingkungan hidup manusia tampak jelas di kota-kota. Perubahan alam lingkungan hidup manusia akan berpengaruh secara positif ataupun negatif.
D. Sumber Alam
1. Sumber alam yg dapat diperbaharui (renewable resources) atau disebut sumber alam biotik, termasuk didalamnya semua makhluk hidup, hutan, hewan-hewan dan tumbuh- tumbuhan.
2. Sumber alam yg tidak dapat diperbaharui (nonrenewable resources) atau disebut sumber alam abiotik. Yaitu tanah, air, bahan-bahan tambang lainnya.
Makanya manusia seyogyanya menggunakan sumber daya biotik dan abiotik secara arif bijaksana dan bertanggung jawab.

E. Permasalahan-permasalahan yg Timbul
1. Masalah Erosi dan banjir
Erosi merupakan gejala alamiah/erosi geologi, tapi dipercepat dgn adanya penggunaan tanah yg tidak tepat oleh manusia (mis. Menanam pohon ditempat yg tidak tepat,penebangan yg tidak dimbangi penanaman kembali) .
2. Pencemaran Lingkungan pada:
a. Pencemaran Tanah, mis. Sampah industri pertanian yg menggunakan pupuk buatan.
b. Pencemaran air, bahan-bahan pencemar tercampur dgn air dgn berbagai cara langsung maupun tidak langsung ( limbah pabrik, pestisida, herbisida, insektisida).
3. Kehutanan
Hutan indonesia terbentang sepanjang katulistiwa
berfungsi sebagai paru-paru dunia Fungsi hutan sebagai penyerap karbon dioksida, pengatur tata air, iklim, pencegah erosi, penyubur tanah, tempat hidup binatang-binatang dan sebagai penyimpan kekayaan alam, berupa hasil hutan.
Pemerintah Indonesia meningkatkan produksi hutan dgn usaha:
1. Melarang penebangan kayu tanpa izin pemerintah
(Dept. Kehutanan)
2. Mencabut izin HPH yg melanggar aturan.
3. Menebang hutan secara selektif
4. Melakukan peremajaan tanaman
5. Melakukkan rehabilitasi, reboisasi hutan yg rusak
6. Melakukan penanaman di lahan kritis

F. IPTEK dan Kelestarian Hidup.
1. Pandangan baru Terhadap Lingkungan.Kerusakan lingkungan karena aktivitas manusia yg meningkat, maka terjadi pemanasan global yg mengakibatkan:
a. Peningkatan suhu b. Perubahan iklim terutama curah hujan c. Peningkatan intensitas dan kualitas badai d. Kenaikan suhu serta permukaan air laut.
Maka perlu dilakukan gerakan internasional terhadap kelestarian lingkungan.
2. Dampak Perkembangan IPTEK & SOSEK Terhadap lingkungan. Manusia menciptakan IPTEK agar supaya hidupnya lebih mudah, praktis, efisien dan tidak banyak mengalami kesulitan. Namun tidak jarang IPTEK justru menimbulkan masalah serius bagi kehidupan manusia, jadi hati-hati mempergunakan kemajuan
IPTEK.
G. Manusia dan Lingkungan Sosial Budaya.
Manusia merupakan kelompok yg teramat kecil yg ada di alam semesta, namun manusia diberi kelebihan potensi (sesuatu yg dpt dikembangkan dan berkembang) khususnya kecerdasan.
Walaupun manusia lebih dari makhluk yg lain, namun sebagai makhluk alam dia tetap tunduk pada hukum-hukum perubahan, pertumbuhan dan kerusakan.
Demikian juga sebagai makhluk sosial dia tunduk pada hukum interaksi dan komunikasi sosial serta interdependensi dengan yg lain.

Sebagai makhluk budaya dia tunduk pada hukum adanya kemampuan kreasi serta keterbatasan insani. Sebagai makhluk budaya manusia bukan hanya sebagai makhluk yg ditentukan dan dipengaruhi lingkungan, akan tetapi dia mampu menyesuaikan diri, mempengaruhi, mengatur dan mengolah lingkungan.
Manusia utk meningkatkan taraf hidup dalam lingkungan sosial budayanya dengan beberapa teori:
1. Teori Modernisasi, menganggap kualitas hidup ditentukan karakter mental psikologis dan sosial budayanya sendiri.
2. Teori Human Capital, memandang bahwa lingkungan sosial tergantung penguasaan IPTEK warga masyarakat disamping mental, psikologis dan sosial budaya
3. Teori Dependency, mengatakan bahwa keterbelakanagandisebabkan eksploitasi pihak luar, oleh krn itu lingkungan sosial harus dilakukan atas dasar kemampuan sendiri.
4. Teori Determinisme Geografi, memandang bahwa kondisi lingkungan geografis menentukan corak dan kulaitas hidup masyarakat.
• Manusia dan Harapan
A. Pengertian Harapan
• Harapan Berasal dari kata harap, artinya cita-cita, sesuatu yang diingini supaya sesuatu terjadi. Yang mempunyai harapan atau keinginan itu adalah hati, putus harapan berarti putus asa.
Contoh:
1. Seorang Mahasiswa yg mengikuti kuliah ISBD, ia belajar rajin dengan harapan di dalam ujian memperoleh nilai A.
2. Mbah Roso, seorang petani yg rajin, sejak menggarap sawahnya, ia mempunyai harapan agar hasil panen nanti lebih baik.
Dari contoh di atas, apa yg diharapkan Mahasiswa dan mbah Roso ialah terjadinya buah keinginan, karena itu ia bekerja keras.
Mahasiswa belajar tanpa mengenal lelah, mbah Roso bekerja tanpa mengenal lelah.
Semua itu dengan suatu keyakinan bahwa akan terwujud apa yang diharapkan.
Jadi utk mewujudkan harapan itu harus disertai usaha yg sesuai dgn apa yang diharapakan.
Meskipun sudah berusaha keras pun kadang-kadang harapan tsb. Belum tentu terwujud.
Apakah Mhs tadi pasti mendapatkan nilai A ?, belum tentu. Apakah mbah Roso pasti mendapatkan panen yg baik ? Juga belum pasti. Tuhan lah yg menentukan, manusia sekedar berusaha.
Jadi Harapan artinya: “Keinginan yg belum terwujud” setiap orang mempunyai harapan. Tanpa harapan manusia tidak ada artinya sebagai manusia.
Dalam diri manusia ada dorongan:
- Dorongan kodrat dan
- Dorongan kebutuhan hidup
Dorongan kodrat pada manusia yaitu: menangis, tertawa, berpikir, berkata, bercinta, mempunyai keturunan, dan sebagainya.
Dorongan kebutuhan hidup manusia yaitu: kebutuhan jasmani, berupa pangan, sandang, dan papan. Sedangkan kebutuhan rohani, meliputi kebahagiaan, kesejahteraan, kepuasan, hiburan dan sebagainya.
Manusia utk mencukupi kebutuhan kodrat dan kebutuhan hidup, tak dapat dicapai oleh diri sendiri, melainkan harus dengan orang lain.
Abraham Maslow mengkategorikan kebutuhan manusia menjadi lima macam yang merupakan harapan manusia yaitu:
a. Harapan untuk memperoleh kelangsungan hidup (survival)
b. Harapan untuk memperoleh keamanan (safety)
c. Harapan untuk memiliki hak dan kewajiban utk mencintai dan dicintai (belowing and love)
d. Harapan memperoleh status atau utk diterima atau diakui lingkungan
e. Harapan utk memperoleh perwujudan dan cita-cita (self actualization).
B. Harapan Sebuah Fenomen Nasional
Harapan disebut sebagai fenomen yg universal sifatnya. Artinya harapan adalah sesuatu yg wajar berkembang dalam diri manusia dimana pun juga.
Harapan yg sangat mendalam akan menimbulkan apa yg disebut keinginan, dan apabila keinginan ini terus berkembang dgn kuatnya, maka ia akan menumbuhkan perasaan yg kuat dan mendalam yg bisa disebut emosi. Maka krn itu kadang-kadang harapan seseorang sekaligus bisa mempengaruhi emosi yg bersangkutan.
AFC Wallace dalam bukunya “Culture and Personality” menegaskan bahwa kebutuhan merupakan salah satu isi pokok dari unsur kepribadian, yg merupakan sasaran dari kehendak, harapan, keinginan, dan emosi seseorang.
Kebutuhan tersebut bisa saja positif (dapat dipenuhi secara memuaskan) dan bisa pula menjadi negatif (tidak bisa dipenuhi atau memuaskan).
Maka kebutuhan Manusia dapat dikelompokkan pada tiga kebutuhan pokok:
1. kebutuhan Organik individu 2. Kebutuhan psikologi individu 3. Kebutuhan organik dan psikologi sesama manusia.
C. Kepercayaan
Kepercayaan berasal dari kata “percaya”, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran.
Kepercayaan adalah hal-hal yg berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran.
Pengetahuan ada hasil penyelidikan sendiri dan ada diterima dari orang lain karena orang lain itu dapat dipercaya, karena kewibawaannya.
Agama terdapat kebenaran-kebenaran yg diwahyukan, artinya diberitahukan oleh Tuhan langsung atau tidak langsung kepada manusia. Dan agama itu merupakan keyakinan yg paling besar.
Kepercayaan dibedakan:
1. Kepercayaan pada diri sendiri2. kepercayaan kepada orang lain
3. kepercayaan kepada pemerintah 4. Kepercayaan kepada Tuhan
D. Manusia dan harapan
Setiap orang => Cita-cita/harapan
Manusia harapannya => hidup bahagia dunia dan di akhirat.
Mewujudkan harapan manusia dgn pendidikan moral:
1. Harapan seperti apa yg baik 2. Bagaimana cara mencapai harapan itu
3. Bagaimana bila harapan itu tidak tercapai
Jadi ada orang berpangkat tinggi /kaya/terpandang ternyata tidak bahagia
Sebaliknya orang yg hidup serba sederhana hatinya selalu bahagia/tenang/damai, mengapa demikian ?
Karena manusia hidup tidak hanya di dunia saja, namun juga di akhirat hidup yg abadi.Maka sudah selayaknya “harapan” utk hidup bahagia di kedua tempat itu sudah diniati.Manusia menyadari apa yg ada pada dirinya titipan Tuhan, penggunaanya pun harus sesuai dengan kehendak Tuhan.Harapan belum berhasil/tercapai tetap bersabar tanpa mengurangi usahanya.Keyakinan bahwa Tuhan tidak akan mengubah nasibnya, apabila ia tak mau berusaha, tidak ada kamus putus asa.


NI JAWABAN YANG DARI KISI KISI


Pengertian nilai :

Nilai objektif : nilai itu tidak tergantung pada subyek penilai melainkan obyeklah sebagai penyangga perlu hadir dan menampakkan nilai tersebut

Nilai subjektif ; nilai sangat tergantung pada subyek yang menilainya, jadi nilai memang tidak akan ada dan tidak akan hadir tanpa hadirnya penilai

Yang mempengaruhi nilai moral manusia ; Kehidupan Keluarga dalam Pembinaan Nilai Moral.> Pengaruh Teman Sebaya Terhadap Pembinaan Nilai Moral > Pengaruh Figur Otoritas Terhadap Perkembangan Nilai Moral Individu. > Pengaruh Media Komunikasi terhadap Perkembangan Nilai Moral > Pengaruh Otak atau Berpikir Terhadap Perkembangan Nilai Moral

Keragaman : suatu kondisi dalam masyarakat terdapat perbedaan-perbedaan dalam berbagai bidang , termasuk suku bangsa dan ras, agama dan keyakinan, ideologi, adat kesopanan, serta situasi ekonomi

Kesederajatan : suatu kondisi dimana dalam perbedaan dan keragaman yang ada manusia tetap memiliki satu kedudukan yang sama dan satu tingkatan hierarki.

Pengaruh keragaman ; Suku dan ras (beraneka ragam suku maupun ras yang berda di indonesia), Agama (makin banyaknya ragam agama di indonesia), ideologi dan politik (untuk menyatukan keragama suku agama ras maupun golongan di perlukan langkah politik dan ideologi yang sama agar kepentingan bersama dapat trwujud), Tata Krama (Indonesia yang mempunyai beragam suku bangsa yang memiliki adat istiadat tersendiri yang mempunyai nilai-nilai dan norma yang dipatuhi.), Kesenjangan ekonomi , kesenjangan sosial.

Sains ; merupakan penemuan kebenaran melalui ilmu pengetahuan.dan sebagai landasan perkembangan teknologi

Teknologi ; perubahan bentuk, prosedur yang disempurnakan
Seni ; Seni merupakan suatu produk sosial, merupakan keahlian membuat karya yg bermutu.

Pengaruh : Positif ( menghasilkan IPTEK yang dapat membatu manusia untuk mewujudkan semua keinginannya, Semakin meningkat tingkat kesejahteraan manusia dan negatif nuklir, polusi, kloning,eve rumah kaca

Lingkungan ; suatu media dimana makhluk hidup tinggal, mencari penghidupan, terkait timbal balik dengan makhluk hidup yg menempatinya, terutama manusia. Manusia hidup, tumbuh dan berkembang dalam lingkungan alam dan sosial budayanya.

Sikap manusia dalam memenuhi kebutuhan thdp lingkungan alam ; Makanya manusia seyogyanya menggunakan sumber daya biotik dan abiotik secara arif bijaksana dan bertanggung jawab.

Hub manusia dngn ling sosbud ; Manusia merupakan kelompok yg teramat kecil yg ada di alam semesta, namun manusia diberi kelebihan potensi (sesuatu yg dpt dikembangkan dan berkembang) khususnya kecerdasan. Walaupun manusia lebih dari makhluk yg lain, namun sebagai makhluk alam dia tetap tunduk pada hukum-hukum perubahan, pertumbuhan dan kerusakan.

Penrtian harapan ; cita-cita, sesuatu yang diingini supaya sesuatu terjadi. Yang mempunyai harapan atau keinginan itu adalah hati, putus harapan berarti putus asa.
Contohnya ; Mbah Roso, seorang petani yg rajin, sejak menggarap sawahnya, ia mempunyai garapan agar hasil panen nanti lebih baik.

Harapn menurut maslow :
• Harapan untuk memperoleh kelangsungan hidup (survival)
• Harapan untuk memperoleh keamanan (safety)
• Harapan untuk memiliki hak dan kewajiban utk mencintai dan dicintai (belowing and love)
• Harapan memperoleh status atau utk diterima atau diakui lingkungan
• Harapan utk memperoleh perwujudan dan cita-cita (self actualization).

Kepercayaan dlm hub dngn agama : hal-hal yg berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran, terdapat kebenaran-kebenaran yg diwahyukan, artinya diberitahukan oleh Tuhan langsung atau tidak langsung kepada manusia. Dan agama itu merupakan keyakinan yg paling besar.