kiat sukses dalam tes wawancara

SUKSES DALAM UJUAN WAWANCARA

Wawancara kerja merupakan salah satu bagian penting dari suatu proses seleksi. Pada tahap ini pencari kerja akan bertatap langsung dengan fungsi pengguna/HR. Agar wawancara dapat berjalan dengan sukses, maka Anda perlu mempersiapkan beberapa hal dengan tepat dan optimal. Kuasai permasalahan yang mungkin timbul dan usahakan untuk mengendalikannya. Berikut beberapa kunci kesuksesan dalam menghadapi wawancara

A. Tahap Persiapan

1. Yakinkan bahwa Anda sudah mengetahui lokasi wawancara. Jika memang dibutuhkan, lakukanlah survei pendahuluan untuk mengetahui dengan pasti waktu tempuh ke lokasi.

2. Carilah informasi sebanyak-banyaknya tentang perusahaan yang memanggil Anda dan juga pekerjaan yang Anda lamar

3. Persiapkan dokumen penting yang mungkin akan dibutuhkan ketika wawancara

4. Latih penampilan Anda. Mintalah bantuan rekan/teman anda untuk menjadi pewawancara. Berlatihlah memberikan jawaban singkat dan jelas untuk pertanyaan kunci. Usahakan berbicara dengan bahasa baku, terstruktur dan jelas.

5. Usahakan untuk beristirahat dan relaks sebelum wawancara, kalau perlu sejak sehari sebelum tanggal wawancara. Tujuannya adalah agar kondisi fisik dan mental Anda prima ketika menghadapi wawancara.


B. Tahapan Pelaksanaan

1. Berdoalah sebelum anda mengawali tes wawancara ini, agar sukses , beruntung serta tercapai semua keinginan yang telah anda harapkan.
2. Berpakaian formal, bersih, rapi dan tidak berlebihan. Berusahalah memakai busana ataupun perlengkapan yang terbaik dan sesuai menurut Anda. Yang paling penting adalah nyaman. Kuncinya adalah segar dan percaya diri. Siapkan penampilan terbaik Anda
3. Datanglah tepat waktu. Sediakan waktu 30 menit untuk merapikan diri terlebih dahulu. Yakinkan bahwa penampilan Anda sudah rapi dan bersih sebelum masuk ke ruang wawancara
4. Sebelum wawancara, biasanya Anda akan diminta untuk mengisi formulir data pribadi. Isilah dengan lengkap dan benar. Inilah kegunaan dokumen yang Anda bawa, bisa sebagai referensi untuk mengisi formulir.
5. Jabat tangan dan berikan salam kepada pewawancara dengan tegas baik sebelum dan sesudah wawancara.
6. Ketika wawancara:
 Duduklah dengan tenang dengan tangan di atas pangkuan. Usahakan punggung tidak menyender ke kursi yang Anda duduki.
 Mendengarkan seluruh pertanyaan dengan seksama. Tanyakan lebih detail apabila Anda kurang mengerti inti dari pertanyaan. Apabila Anda sudah yakin, jawab pertanyaan tersebut dengan tegas, tanpa ragu-ragu
 Menjawab langsung kepada inti pertanyaan. Akan lebih baik jika menggunakan poin-poin.
 Pancarkan semangat dan minat. Ekspresi wajah yang tidak monoton akan membuat si pewawancara berminat dan yakin akan kemampuan Anda. Aktiflah dalam percakapan untuk membuktikan minat Anda.
 Tunjukan bahwa Anda akan sukses melakukan pekerjaan yang ditawarkan dikarenakan Anda telah memiliki kesuksesan pada pekerjaan di masa lalu
 Usahakan untuk meminimalkan kata-kata yang tidak bermakna.

C. Tahapan Ahir
Di akhir sesi, ucapkan terimakasih kepada pewawancara atas waktu dan kesempatan untuk mewawancarai anda. Nyatakan bahwa anda berminat sekali jika diberikan kesempatan untuk bergabung dengan perusahaan tersebut.


Semoga keberhasilan ada di depan hadapan anda semua
PEMANFAATAN TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI KARYA SENI YANG BERNILAI TINGGI

makalah



Di susun oleh :
ARIF KURNIAWAN
NIM 142090036
EA - A
Dosen Pembimbing : Ir Elen Roselina, MP

Jurusan Akuntansi
Fakultas Ekonomi
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta
Tahun Akademik 2010


KATA PENGANTAR


Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan karunianya, kami semua diberikan kesehatan serta kemudahan dalam setiap langkah dan keputusan yang kami ambil sehingga kami diberikan kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini.
Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada kedua
orangtua kami yang telah selalu setia dan tiada lelahnya selalu mendoakan dan memberikan mensuport kami dimanapun kami berada tentunya pada saat kami mulai lelah dengan berbagai hambatan yang menghadang. dan juga kepada dosen pembimbing yang semnantiasa memberikan arahan serta petunjuknya dalam menyelesekan makalah kami dan tidak lupa kepada teman-teman kami yang telah memberikan dukungan dan semangatnya dalam menyelesaikan makalah ini.
Kami menyadari, bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, Oleh karena itu, kami mengharapkan saran maupun kritik serta sanggahan dari para pembacaa sekalian dan kami akan menerima dengan senang hati demi membangun lebih baik dan semakin sempurna lagi maksud dan tujuan dari penulisan makalah ini.
Semoga makah ini tidak hanya bermanfaat bagi kami melaikan dapat bermanfaat dan berguna juga bagi yang pembaca sekalian. Amien.









Yogyakarta, Februari 2009




Tim Penulis



i
DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii

BAB I : PENDAHULUAN........................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang............................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah....................................................................................... 1
1.3 Tujuan Penulisan......................................................................................... 2

BAB II : PEMBAHASAN
2.1 Membuat Prabotan Rumah......................................................................... 3
2.2 Membuat Pernak Pernik............................................................................. 3
2.3 Membuat Hiasan Rumah............................................................................. 4
2.4 Membuat Sovenir....................................................................................... 4
2.5 Membuat Briket Arang............................................................................... 5

BAB III : PENUTUP................................................................................................... 7
3.1 KESIMPULAN........................................................................................... 7
3.2 SARAN SARAN........................................................................................ 7



DAFTAR PUSTAKA................................................................................................ 8















ii

BAB I
PENDAHULUAN


1. Latar Belakang
Beberapa masarakat yang ada di indonesia ini masih jauh dari kejesahteraan, khususnya bagi para petani kelapa yang semakin hari besar pula pengeluaran yang di keluarkan.tidak sebanding dengan perolehan dari pejualan kelapa yang di hasilkan.demikian juga halnya para seniman yang semakin sulit mencari bahan baku.Sehubungan dengan banyaknya di temukan tempurung kelapa di masarakat sekitar kita yang hanya di gunakan sebagai bahan bakar dalam rumah tangga.padahal dari sudut yang lain itu dapat di jadikan sebuah karya seni.yang mungkin dapat di manfaatkan oleh banyak masarakat di indonesia.sehingga dapat di jadikan sebuah karya yang sangat mengagumkan yang indah dan mempunyai nilai jual yang tinggi.sehingga dapat menaikan tingkat kesejahteraan masarakat khususnya bagi para seniman dan para petani kelapa yang ada di indonesia.selain itu juga dalam rangka meningkatkan kreatifitas para seniman yang sekarang ini banyak di jumpai masalah yaitu sering terjadinya kelanggkaan bahan yang akan di buat karya seni.dari sinilah kita dapat memperbanyak keanekaragaman karya seni.tidak hanya memanfaatkan satu jenis atau media saja, tetapi kita juga dapat menggunakan bahan yang lainnya seperti tempurung kelapa ini yang dalam pemanfaatanya kurang maksimal.

2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
 Kurangnya pemanfaatan limbah tempurung kelapa yang ada dalam masarakat
 Penggunaan tempurung kelapa yang hanya digunakan sebagai bahan bakar oleh masarakat
 Penggunaan dari tempurung kelapa yang sebenarnya bisa di manfaatkan dan di gunakan untuk menjadi sebuah karya seni yang sangat menarik

1
3. Tujuan Penulisan
Diharapkan agar setiap masarakat dapat menemukan sesuatu yang mempunyai nilai lebih di bandingkan pemanfaatan tempurung kelapa ini sebagai bahan bakar dalam rumah tangga yang di gunakan untuk memasak, tetapi dapat di gunakan menjadi karya seni yang sangat baik untuk di tawarkan ke pihak asing sebagai cindramata di negara kita ini.sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan masarakat dan memanfaatkan potensi karya seni dengan menggunakan tempurung kelapa.selain itu juga kita dapat mengekspor kerajinan dan kesenian yang terbuat dari tempuru kelapa memembus pasar internasional.tentunya dengan bentuk dan kreativitas yang benaka ragam yang di hasilkan oleh tangan tangan ahli dari para seniman ktta. serta dapat di perjual belikan kepada masarakat domestik maupun wisatawan mancanegara yang datang di indonesia. Salah satu objek pemasaran yang terutama adalah wisatawan manca negara.karena dengan demikian devisa negara kita akan bertambah dari para wisatawan itu. ini merupakan kabar gembira sekali buat kita semua apa lagi dimasa krisis finansial ini.sekaligus menjadi motivasi bagi kita semua untuk meningkatkan pendapatan nasional kita.dari sektor perdagangan karya seni khususnya.
















2
BAB II
PEMBAHASAN


Pemanfaatan tempurung kelapa untuk di jadikan sebuah karya seni yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi. Beberapa bentuk yang dapat kita lakukan untuk membuat karya seni yang indah menggunakan limbah tempurung kelapa misalnya :

1. Membuat perabotan rumah
Sekarang ini sudah mulai di temukan adanya sendok sayur yang terbuat dari tempurung kelapa.mungkin sejak dulu nenek moyang kita sudah pernah menggunakan ini.tetapi kebanyakan ibu rumahtangga sekarang ini lebih menyukai peralatan yang terbuat dari stainles.padahal sendok sayur yang terbuat dari tempurung kelapa itu tidak jauh berbeda kualitasnya dengan sendok sayur yang terbuat dari stainles.malahan jika di bandingkan harganya, sedok sayur yang terbuat dari tempurung kelapa lebih murah dan ekonomis di bandingkan dengan yang terbuat dari steinles. Proses pembuatannya cukup mudah.tinggal kita memadukan antara sebuah batang bambu yang telah di bersihkan dan di bentuk sesuai ukuranya serta menggabungkanya dengan tempurung kelapa itu serta mengikatnya dengan tali rotan supaya lebih kuat lagi.tentunya dengan sentuhan seni yang halus.dan juga masih banyak lagi yang dapat kita ciptakan lagi semisalnya sendok sayur, centong nasi, gayung air.semua itu hanya membutuhkan peralatan sederhana dalam peroses pembuatanya.sehingga kita mudah dalam pembuatan semua itu.

2. Membuat Pernak Pernik
Pernak pernik yang terbuat dari tempurung kelapa juga menjadi salah satu karya seni yang dapat kita buat menggunakan bahan dasar tempurung kelapa seperti kancing baju ,seperti pin, hiasan baju, yang jelas akan menambah nilai seni dari benda itu sendiri setelah pernak pernik ini di tambahkan.pembuatanya juga relatif mudah.tinggal membentuk tempurung kelapa tadi sesuai dengan yang kita inginkan dan kita butuhkan.

3
3. Membuat Hiasan Rumah
Kita juga dapat memanfaatkan tempurung kelapa ini sebagai perhiasan rumah, seperti bingkai foto, rumbai rumbai, hiasan hiasan dinding.semua itu dapat di buat dengan limbah tempurung kelapa yang tidak terpakai lagi.dan tentunya akan menambah nilai seni rumah itu sendiri.
Selain itu juga kita dapat di gunakan sebagai pelengkap dan penyempurna hunian kita.agar lebih indah lagi.tidak begitu sulit dalam pembuatan hiasan rumah ini.yang di butuhkan hanyalah ide dan kreasi yang harus kita kembangkan dalam pembuatan hiasan rumai ini selain itu juga kita juga dapat menikmati indahnya karya seni hasil dari tempurung kelapa ini.
4. Membuat Sovenir
Dalam mengembangkan bakat seni yang ada pada seniman,khususnya pemanfaatan limbah tempurung kelapa.para seniman dapat menggunakan bahan baku tempurung kelapa ini. Seperti pembuatan boneka, gantungan kunci, cup lampu, topeng, asbak rokok, cindra mata.semua sovenir ini dapat di manfaatkan oleh banyak orang.tinggal bagaimana sang seniman untuk membuat sovenir dengan sentuhan jiwa seni yang sangat tinggi agar hasil yang di ciptakan mendapatkan hasil yang maksimal.dan memperoleh nilai artistik yang berjiwa seni tinggi.pembuatan sovenir ini hanya membutuhkan keuletan dan kecermatan saja.setidaknya tidak membutuhkan banyak peralatan moderen dalam pembuatanya.apalagi jika menggunakan bahan baku dari tempurung kelapa ini,akan terasa keunikan tersediri dalam sebuah sovenir, karena tebuat dari sebuah tempurung kelapa yang jarang di temukan.serta dapat memanfaatkan bahan sisa yang hanya bisa di bakar saja.





4
5. Membuat Briket Arang
Dengan penggunaan briket arang sebagai bahan bakar maka kita dapat menghemat
penggunaan kayu sebagai hasil utama dari hutan. Selain itu penggunaan briket
arang dapat menghemat pengeluaran biaya untuk membeli minyak tanah atau gas
elpiji.Dengan memanfaatkan serbuk gergaji sebagai bahan pembuatan briket arang
maka akan meningkatkan pemanfaatan limbah hasil hutan sekaligus mengurangi
pencemaran udara, karena selama ini serbuk gergaji kayu yang ada hanya dibakar
begitu saja.Manfaat lainnya adalah dapat meningkatkan pendapatan masyarakat
bila pembuatan briket arang ini dikelola dengan baik untuk selanutnya briket
arang dijual.Bahan pembuatan briket arang mudah didapatkan disekitar kita
berupa serbuk kayu gergajian.
Cara Pembuatan Briket Arang :
1. Peralatan
a.. Ayakan ukuran lolos 50 mesh dan 70 mesh
b.. Cetakan briket
c.. Oven.
2. Bahan
- Serbuk gergaji
- Tempurang kelapa
- Lem kanji

Proses pembuatan media tumbuh jamur adalah sebagai berikut :
- Pengarangan
Serbuk gergaji dan tempurung kelapa dibuat arang dengan pengarangan manual
(dibakar).

- Pengayakan
Pengayakan maksud untuk menghasilkan arang serbuk gergajian dan tempurung
kelapa yang lembut dan halus. Arang serbuk gergaji diayak dengan saringan
ukuran kelolosan 50 mesh dan arang tempurung kelapa dengan ukuran 70 mesh.


5
- Pencampuran media
Arang serbuk gergaji dan tempurung kelapa yang telah disaring selanjutnya
dicampur dengan perbandingan arang serbuk gergaji 90 % dan arang tempurung
kelapa 10 %. Pada saat pencampuran ditambah dengan lem kanji sebanyak 2,5 %
dari seluruh campuran arang serbuk gergaji dan tempurung kelapa.

Pencetakan Briket Arang

Setelah bahan-bahan tersebut dicampur secara merata, selanjutnya dimasukkan ke
dalam cetakan briket dan di tunggu sampai mengering.
Di keluarkan dari cetakan.
Dam briket siap di gunakan.












6
BAB III
PENUTUP

Demikianlah makalah saya tentang pemanfaatan tempurung kelapa sebaggai karya seni yang bernilai tinggi, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian.
Terima Kasih.

KESIMPULAN
Jadi yang dapat di simpulkan yaitu bahwa limbah tempurung kelapa dapat di manfaatkan sebagai nilai seni dengan menambah sentuhan seni pada tempurung kelapa itu.sekaligus dapat menjadi barang bernilai ekonomis yang tinggi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masarakat khususnya para seniman dan petani kelapa yang selama ini belum mendapatkan hasil yang seimbang dengan jerih payahnya selama ini.

SARAN-SARAN
Kami mengharapkan saran dari para pembaca sekalian demi kesempurnaan makalah ini.









7
DAFTAR PUSTAKA

Jawa Pos, 20 Februari 2009

www.ukm.go.id

www.depdagri.go.id

Mengendalikan Hawa Nafsu

Mengendalikan hawa nafsu

Hawa nafsusenantiasa menyuruh manusia untuk melakukan keburukan. Dia pandai menghiasi dosa dan kemaksiatan, sehingga tampak indah dan menarik di mata manusia. Kita dapat merasakan pengaruh hawa nafsu melalui minimnya kita melakukan ketaatan, condong pada kemaksiatan dan terpesona kepada dunia. Untuk itu mari kita merenung sejenak, dengarkan apa kata hawa nafsu dan perhatikan pula jawaban untuknya. Semoga bermanfaat.

Hawa nafsuberkata, "Mengapa aku selalu disalahkan dan tidak boleh melakukan apa saja yang kuinginkan? Mengapa tidak ada kelonggaran? Sungguh aku tidak menyuruh, kecuali apa-apa yang baik dan enak."
Jawab: Ini merupakan salah satu tipu dayamu. Andaikan kami memberi keleluasaan kepadamu, maka kamu tidak akan berhenti memerintahkan keburukan kepada kami. Menghiasi kemaksiatan seakan-akan baik dan indah. Menganjurkan agar melakukan dan membiasakannya. Allah Subhannahu wa Ta'ala telah berfirman, artinya, Karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Rabbku.” (Yusuf: 53)
Memang demikian adanya engkau wahai hawa nafsu. Kamu tidak akan mampu berubah dengan sendirinya tanpa adanya pertolongan Allah, perjuangan serta usaha yang sungguh-sungguh dari manusia.

Hawa nafsu berkilah, "Jika keberadaanku untuk mengajak kepada keburukan, maka bagaimana mungkin engkau dapat mengubahku?"
Jawab: Dapat dan pasti dapat. Faktor pendorong terbesar dari gejolakmu adalah kebodohan (al-jahl) dan kezhaliman (al- zhulm). Dari dua faktor ini muncul perilaku dan perkataan yang buruk. Dengan pertolongan Allah kamu pasti dapat berubah. Caranya adalah dengan ilmu yang bermanfaat dan amal shalih. Ilmu yang bermanfaat adalah segala yang bersumber dari Kitabullah dan Sunnah Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. Sedangkan amal shaleh adalah amal yang memenuhi dua syarat yaitu ikhlash dan mutaba'ah atau mengikitu apa saja yang telah diajarkan Rasul Shalallaahu alaihi wasalam. Sedangkan yang tidak mencontoh Nabi Shalallaahu alaihi wasalam namanya bid’ah.

Berkata nafsu, "Hawa nafsu itu ada beberapa macam, ada yang memerintahkan keburukan (amaratun bissuu'), ada nafsu pencela (lawwamah) dan nafsu yang baik/tenang (muth-mainnah). Namun mengapa nafsu selalu dianggap buruk?
Jawab: Nafsu dari sisi dzatnya adalah satu, sedangkan yang tiga macam itu sifatnya. Apabila memerintahkan keburukan dan maksiat, maka itu amaratun bissuu'. Jika memerintahkan kebaikan dan ketaatan, maka itu muthmainnah, dan jika memerintahkan sesuatu lalu mencelanya, maka itu lawwamah. Jika yang dicela adalah perbuatan buruk, maka ia terpuji dan jika yang dicela perbuatan baik, maka ia tercela.
Sedangkan secara umum nafsu memerintahkan kepada keburukan dan maksiat, maka bagaimana mungkin disebut baik, jika keadaanya selalu demikian?
Adapun nafsu muthmainnah adalah nafsu yang telah ditundukkan oleh pemiliknya, sehingga sifat ammaratun bissuu' (memerintah keburukan) telah mati dan tunduk di jalan Allah. Maka jadilah nafsu itu penyuruh dan pembisik kebaikan, maukah kamu demikian?

Hawa nafsu beralasan, "Jangan memperbesar masalah. Iman itu adanya di hati, selagi hati masih muthmainnah (beriman), maka mengapa musti khawatir secara berlebihan.?"
Jawab: Ini model iman orang murji'ah yang mengatakan, bahwa iman itu sekedar pengakuan hati, sedangkan amal tidak termasuk dalam iman. Ahlul haq berkeyakinan, bahwa iman adalah keyakinan hati, ucapan lisan dan perbuatan anggota badan. Iman dapat bertambah dan berkurang. Bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. Allah Subhannahu wa Ta'ala dan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam telah memberitahukan, bahwa kemaksiatan akan menjerumuskan manusia ke dalam neraka. Firman Allah Subhannahu wa Ta'ala,
“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemui kesesatan.” (Maryam: 59)
“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. (An-Nur: 63)

Hawa nafsu masih belum puas dan berkata, "Apakah engkau lupa, bahwa Allah adalah Maha Pengampun lagi Penyayang dan rahmat-Nya meliputi segala sesuatu?"
Jawab: Sungguh kami tidak lupa itu, namun kita tidak boleh mengambil satu nash dengan mengabaikan nash-nash yang lain. Memang benar Allah Maha Pengampun lagi Penyayang, namun dia juga Maha keras siksa-Nya sebagai-mana firman Nya, artinya,
“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya dan bahwa sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-Maidah: 98)
Maka bagaimana kita akan melupakan, bahwa Dia juga keras siksa-Nya? Dia juga telah berfirman, artinya,
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya” (An-Nisaa: 48)
Siapakah yang tahu kehendak Allah. Tak seorang pun mengetahui, maka bagaimana kami mengetahui, bahwa kami termasuk salah seorang yang dikehendaki Allah untuk diampuni? Bahkan dia berfirman, artinya,
“Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu” (An-Nisa:123)
Allah juga menjelaskan, bahwa rahmat-Nya dekat kepada orang-orang muhsin (yang berlaku baik). Artinya orang yang buruk berada jauh dari rahmat-Nya.

Hawa nafsu beralasan lagi, "Ini namanya su'udzan terhadap Tuhan. Allah Subhannahu wa Ta'ala telah berfirman di dalam hadits qudsi, "Saya tergantung persangkaan baik hamba Ku terhadap Ku" (Muttafaq ‘alaih). Kalau kamu mau husnudzan terhadap Allah, maka kamu akan yakin bahwa Dia pasti akan mengampunimu.
Jawab: Kami bertanya, "Apa yang kau ketahui tentang husnudzan terhadap Allah? Apakah sengaja melakukan dosa dan maksiat lalu berharap memperoleh rahmat dan ampunan Nya? Sesungguh- nya husnudzan terhadap Allah adalah dengan beramal sholeh karena seorang yang beramal sholeh, berarti berprasangka baik kepada Allah. Karena dia yakin, bahwa Allah akan memberikan balasan pahala kebaikannya, tidak mengingkari janji dan akan menerima taubat.
Sedangkan berbuat maksiat berarti telah su'udzan kepada Allah karena tidak yakin, bahwa kalau dia berbuat baik akan mendapat pahala. Bagaimana seorang yang melakukan sesuatu yang membuat Allah marah dan murka, menyepelekan hak-hak Nya, menerjang larangan-Nya dan terus demikian disebut sebagai berprasangka baik terhadap Allah?Maka yang dimaksud husnudzan adalah memperbagus amal, semakin baik amal seseorang, maka dia semakin berprasangka baik kepada Allah.

bersambung....

Hawa nafsu berkata, "Apa manfaatnya Allah menyiksa kita, apakah Dia butuh itu? Sedangkan ampunan-Nya tidak akan mengurangi kekuasaan Nya sedikit pun dan adzab-Nya tidak menambah kekuasaan-Nya sama sekali?
Jawab: Ini merupakan bisikan yang menyesatkan dan kebatilan yang nyata. Karena dengan demikian ayat-ayat ancaman dianggap hanya sekedar gertakan semata yang tak ada buktinya. Orang kafir juga akan berkata demikian, mereka berharap mendapatkan rahmat Allah dengan kekafiranya. Alasannya Allah tidak butuh untuk mengadzab manusia dan siksaan tidak akan menambah kekuasaan-Nya sedikit pun. Padahal Dia telah berfirman,
“Maka apakah patut Kami menjadikan orang-orang Islam itu sama dengan orang-orang yang berdosa (orang kafir) (Al-Qalam: 35)
“Segolongan masuk surga dan segolong-an masuk neraka.” (Asy Syuura: 7)
Allah Subhannahu wa Ta'ala adalah Hakim segala hakim dan Dzat paling Adil di antara yang adil. Dan termasuk keadilan-Nya adalah menyiksa orang zhalim, fasiq, kufur dan terus menerus berbuat kerusakan di muka bumi.

Berbisik lagi hawa nafsu, "Yang dincaman itu hanya dosa-dosa besar seperti zina, mencuri, liwath,sihir, minum khamer, membunuh dan sebagainya. Adapun dosa-dosa kecil, maka masalahnya amatlah ringan dan tidak perlu dikhawatirkan."
Jawab: Telah berkata Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu, "Tidak ada dosa kecil kalau dilakukan terus menerus dan tidak ada dosa besar kalau dibarengi istighfar. Berkata pula seorang salaf, "Jangan engkau memandang kepada kecilnya dosa, namun lihatlah kepada siapa engkau bermaksiat."
Dan jauh sebelumnya Nabi Shalallaahu alaihi wasalam telah memperingatkan, "Waspadalah kalian terhadap dosa-dosa kecil, karena kalau dosa itu berkumpul pada seseorang akan membinasakannya."(HR. Al-Bukhari)
Imam Ibnul Qayyim juga telah mengingatkan, bahwa bisa saja dosa-dosa kecil dapat berakibat lebih fatal daripada dosa-dosa besar. Karena pelaku dosa besar biasanya merasa malu dan menyesal atas dosanya. Sedangkan pelaku dosa kecil terkadang tidak merasa takut dan malu dengan dosa itu.

Setelah kehabisan alasan nafsu berkata untuk terakhir kali, "Seluruh dosa adalah sudah takdir dan kehendak Allah, kita hanya sekedar menjalankan saja, tak mampu mengelak terhadap takdir itu. Kalau Allah berkehendak tentu kita tidak melakukan dosa dan tentu banyak melakukan ketaatan."
Jawab: Nah semakin jelas sekarang kebobrokanmu, dan terbukalah kedokmu. Kini engkau berhujjah dengan hujahnya orang-orang musyrik karena kehabisan alasan. Hujjahmu adalah dusta semata, sekarang kuberi tahu mengapa alasanmu sangat lemah."
Berhujjah dengan takdir berarti mengklaim tahu perkara ghaib, darimana tahu, bahwa Allah menakdir kan seseorang ahli maksiat, mengapa tidak mengatakan, "Allah menakdirkan aku menjadi orang yang taat?
Mengapa ketika melakukan ketaatan tidak beralasan dengan takdir Allah (sehingga tak perlu mengharap balasan dan surga, red). Karena Allah yang berkehendak itu, mengapa tidak membiarkan dirinya lapar dan haus, mengapa ketika sakit berobat, mengapa berusaha? Namun anehnya untuk perbuatan baik mengapa tidak berusaha?
Kalau beralasan dengan takdir ketika berbuat maksiat diterima, tentu umat-umat terdahulu yang ingkar dan durhaka dibiarkan tidak disiksa, artinya tidak ada gunanya ayat-ayat yang berisi ancaman Allah.
Kalau ada orang menzhalimi kamu, harta, kehormatan dan darahmu, apakah kamu menerima jika dia beralasan dengan takdir Allah?
Jika demikian maka tidak ada bedanya orang kafir dengan mukmin, ahli maksiat dan orang baik karena semuanya dipaksa tanpa dapat memilih, ini merupakan kebatilan yang nyata.
Ah sudah lah! Tidak ada gunanya terus menerus menuruti kamu, sampai kapan pun kamu tidak bisa menipu orang-orang yang ikhlas dan taat terhadap Allah dan Rasul-Nya.